4 Tips Untuk Balita yang Sulit Ditinggalkan Ibu

Orang yang paling dekat dengan anak adalah ibu tentunya. Hampir setiap saat wajah ibu pasti selalu akan terlihat oleh sang anak sejak mereka masih berusia bayi. Ini, karena sang yang memberinya susu dan juga membuatnya tenang ketika dia rewel saat masih berumur bayi.

Ini yang membuat hubungan batin antara anak dan ibu lebih dekat dibanding ayahnya. Biasanya anak yang sangat bergantung pada ibunya tentu akan sulit jika berjauhan atau tidak melihat ibunya walaupun dalam beberapa waktu saja.

Ciri-ciri anak atau balita seperti ini adalah sebagai berikut:

  • Akan rewel jika Anda tinggalkan walaupun sementara,
  • Anak akan lebih sering memegang tangan ibunya, yang memberikan tanda bahwa sang Ibu jangan pergi jauh-jauh.

Jika, ciri ini terlihat pada anak Anda maka pasti ibu akan sulit untuk bepergian walaupun sedikit jauh dari si anak atau balita.

Secara psikologis memang ibu memiliki peranan penting kepada anak atau balita. Karena, biasanya anak akan lebih nyaman bersama ibu yang telah mereka kenal sejak masih usia bayi. Walaupun demikian, Anda tetap harus bisa memberikan pengertian kepada anak Anda.

Mengajarkan anak Anda bersosialisasi yaitu dengan mengenalkan ke beberapa orang yang minimal orang yang berada satu rumah dengan Anda, seperti saudara, suami, nenek atau pun kakeknya. Cara ini bisa membuat anak Anda merasa tetap aman dan nyaman berada di antara sekeliling orang yang dia kenal dengan baik dan mereka temui setiap harinya.

Jika hal ini tidak Anda lakukan maka Anda pasti lebih sering bermain kucing-kucingan dengan anak Anda sebelum bepergian. Ini tentunya akan membuat aktivitas Anda terhambat dan membuat Anda lelah sendiri.

Dalam dunia kedokteran khususnya psikologi ini dikenal dengan istilah separation anxiety atau semacam tanda kecemasan saat berpisah yang lebih mengacu kepada seseorang yang lebih akrab dan dekat oleh anak Anda.

Tapi, hal ini tentunya adalah hal yang sangat wajar untuk usia balita, juga termasuk dalam usia perkembangan anak itu sendiri. Hal ini biasanya terjadi karena sang anak belum mengenal waktu, sehingga anak tidak tahu kapan Anda akan kembali lagi untuknya.

Untuk usia bayi mungkin masih mudah untuk berpisah dengannya dalam rentan waktu beberapa jam. Tapi, untuk usia balita yaitu sekitar 6 hingga 13 bulan, sang bayi akan merasa cemas dan lebih mudah menyadari bahwa banyak orang asing di sekelilingnya yang belum dia kenal dengan baik.

Jika, sudah berusia 13 bulan, maka bukan lagi rasa rasa cemas, melainkan sudah rasa takut. Nah, untuk Anda para ibu yang mengalami hal tersebut pada balita Anda. 4 tips di bawah ini membantu Anda dari balita yang untuk ditinggalkan.

Berikut inilah cara dalam mengatasi balita yang sulit ditinggalkan oleh ibunya:

1. Ajari Anak Anda Sejak Usia Bayi (Stimulasi Sejak Dini)

Ikatan batin antara anak dan ibu tentunya sangat dekat. Untuk itu, sebagai ibu atau orang tua yang selalu dekat dengan anak Anda sejak bayi tentunya haruslah dengan mudah bisa mempelajarinya.

Buat anak bayi lebih akrab dengan beberapa orang yang ada dalam rumah Anda. Misalnya, dengan suami atau saudara Anda sendiri. Karena biasanya anak akan lebih dekat orang yang lebih sering bertatap muka atau sering dilihatnya setiap saat.

Ini akan membuat anak Anda lebih sulit untuk lepas dengan Anda jika memang Anda lebih banyak merawat anak sendiri tanpa memperkenalkannya dengan orang sekitar.

Banyak juga yang melakukan permainan seperti cilukba. Permainan ini adalah dengan menyembunyikan wajah Anda, kemudian muncul kembali. Menurut beberapa orang permainan ini sama seperti stimulasi sejak dini pada bayi, yang sama halnya memberikan pengertian pada bayi bahwa ibu akan kembali tetap jika menghilang dari pandangannya.

2. Seorang Ibu yang Pergi Begitu Saja Tanpa Memberi Pengertian

Banyak ibu yang ketika ingin bepergian langsung saja pergi atau menghilang begitu saja dari pandangan anaknya. Ini, tentunya akan membuat anak Anda khawatir dan bertanya-tanya. Apalagi jika di sekelilingnya adalah orang-orang yang jarang mereka temui. Dan hal ini juga bisa membuat anak Anda menjadi trauma tentunya.

Nah, dengan memberi pengertian pada anak tentu akan membuat anak Anda lebih bisa percaya kepada Anda. Jika, anak memang masih usia bayi tidak ada salah untuk berkomunikasi langsung dengannya sebelum bepergian walaupun hanya beberapa saat saja.

Misalkan Anda hanya ingin pergi ke toilet ketika anak sedang bermain dengan Anda, Anda cukup memberikan pengertian sedikit pada anak Anda. Dan setelah kembali maka anak Anda dapat menangkap bahwa Anda memang benar-benar hanya pergi sebentar atau sementara saja.

3. Jangan Pernah Membohongi Anak Anda

Berbohong akan membuat Anda lebih sulit untuk memisahkan diri dari anak Anda. Pasalnya, anak tentunya akan lebih mudah menerima apa yang mereka lihat daripada yang mereka dengarkan.

Jika, Anda ingin meninggalkan anak Anda dengan cara bermain petak umpet, itu adalah cara yang sangat salah. Karena, bermain petak umpet hanya membutuhkan waktu sementara untuk menghilang.

Tapi, kalau Anda hilang berjam-jam mungkin jalan dengan teman berbelanja di mall dan lain-lain, pasti anak Anda merasa aneh. Dan ketika kembali bertemu untuk selanjutnya anak Anda akan bersifat lebih manja dan lebih sulit untuk melepaskan diri darinya.

Cobalah untuk tetap berkata jujur, setidaknya dalam jangka waktu walaupun tujuan tetap dirahasiakan. Ini akan membuat anak Anda lebih cepat tanggap. Dan juga sekaligus mengajari anak Anda menunjuk jarum jam waktu.

4. Memberi Waktu Dengannya Sementara Sebelum Bepergian

Cara ini terbilang cukup ampuh untuk bepergian atau sebelum meninggalkan anak Anda sementara. Banyak orang tua menggunakan cara ini yaitu dengan mengajak anaknya berjalan-jalan berkeliling kompleks rumah atau taman di sekitar rumahnya sebelum Ibu berangkat menuju tempat kerja atau mungkin tujuan lainnya sementara waktu.

Manfaatkan waktu tersebut dengan baik bersama anak Anda. Pastikan anak Anda senang dan puas bermain dengan Anda terlebih dahulu. Jika, dia sudah puas Anda bisa menceritakan hal yang menarik untuk mereka sambil menyampaikan tujuan Anda untuk bepergian sementara waktu dan akan kembali secepatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *