Ketentuan Aqiqah yang Musti Difahami Sebelum Menunaikannya

Hai sobat Alif,

Kamu akan punya anak? Atau sudah punya anak tapi belum diaqiqahi? Sudah saatnya menambah pengetahuan tentang aqiqah. Aqiqah adalah ibadah, dan setiap ibadah harus dilakukan sesuai dengan syariat islam. Karenanya tidak boleh dilakukan sembarangan.

Kita semua berharap setiap apa yang kita amalkan didunia ini diterima oleh Allah SWT. Sehingga tidak menjadi amal yang sia sia. Inilah pentingnya belajar ilmu agama. Maka orang yang alim ( ahli ilmu ) lebih utama dari pada orang yang abid ( ahli ibadah ). Orang yang melakukan ibada tanpa ilmu bisa saja tak mendapatkan pahala apa-apa, atau hanya sedikit. Sedangkan orang berilmu bisa mendapat pahala yang setimpal, meski sedikit amalnya.

Tukk, kita mulai belajar tentang aqiqah. Semangat yaa.

Definisi Aqiqah dan Bedanya dengan Qurban

Aqiqah adalah istilah Arab yang artinya “memotong”. Kata para ulama’ memotong ini bisa bermakna memotong hewan atau memotong rambut bayi. Menurut Abu Ubaidah, aqiqah bersumber dari kosa kata Arab yang bermakna bulu/ rambut.

Adapun definisi aqiqah secara istilah adalah kegiatan menyembelih hewan sebagai wujud rasa syukur atas lahirnya anak (laki-laki atau perempuan) yang diikuti dengan pencukuran rambut bayi. Biasanya dilakukan pada hari ke 7.

Aqiqah tidak sama dengan kurban. Terdapat banyak perbedaan antara qurban & aqiqah yang saya dapatkan disini. Misalnya seperti: aqiqah harus domba/kambing, sedangkan kurban bisa kambing, sapi, onta atau kerbau. Daging aqiqah dapat diberikan untuk siapa pun, kalau daging kurban hanya diberikan pada anak yatim & fakir miskin. Aqiqah dilakukan 1 kali dalam hidup, sedangkan qurban bisa tiap tahun. Dan lain, silakan langsung buka artikel tersebut.

Hukum Aqiqah

Aqiqah merupakan suatu hak anak. Para alim juga telah menyepakati bahwa aqiqah bagian dalam syariat Islam. Meskipun ada perbedaan-perbedaan dalam menunaikannya, itu adalah hal yang dimaklumi.

Mayoritas ulama’ menyepakati hukum aqiqah ialah sunnah mu’akad. Yakni sunnah yang hampir mendekati wajib. Artinya muslim yang telah mampu dalam hal finansial, hukum aqiqah bisa menjadi wajib. Dan kalau dia belum mampu melakukannya tak berdosa.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Waktu pelaksanaan aqiqah yang fading baik ialah pada hari ke-7 pasca kelahiran anak. Tapi apabila tidak memungkinkan menunaikan di hari tersebut, maka boleh diganti di hari ke 14, 21 atau hari-hari setelahnya.

Gimana kalau diaqiqahi pada waktu sudah dewasa? Jawabnya boleh.

Cara Membunuh Hewan Aqiqah

Di bagian ini kita akan mengkaji tentang cara membunuh hewan aqiqah dengan benar. Mengapa musti tahu caranya? Tentu saja agar hajat yang kita tunaikan itu benar-benar bisa diridhoi oleh Allah SWT dan tidak menyiksa hewan yang dibunuh.

1. Kambing dimatikan dengan nama Allah. Maka orang yang menyembelih kambing aqiqah juga tak boleh ngawur. Dia musti mengerti cara menyembelih secara islami.
2. Berlaku baik terhadap hewan yang akan disembelih. Hal ini sudah diulas secara panjang lebar oleh kalangan ulama’, salah satunya di syarah hadist arbain ke 17, yakni berbuat ihsan.
Contoh berbuat baik pada domba sebelihan:
– Mengasah pisau sembelihan kambing.
– Berbuat lembut pada hewan sebelum dipotong.
– Tak membuat kambing takut, misalnya dengan membunuh kambing di depan kambing-kambing lainnya, itu tidak benar.

3. Disunnahkan menghadapkan domba ke arah kiblat.

Itulah sedikit pengetahuan dasar tentang aqiqah yang dapat saya bagikan. Masih banyak hal lain yang hendaknya dipelajari. Jangan bosan-bosan untuk bertanya dan membaca.

Jika Anda membutuhkan jasa aqiqah di daerah Depok, silakan berkunjung ke jasa aqiqah depok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *